Wisata di Ruteng, Flores

Wisata di Ruteng, Flores

Wisata di Ruteng, Flores – Ruteng merupakan ibu kota Kabupaten dari Manggarai Timur di Pulau Flores, dan merupakan kabupaten yang perkembangannya cukup pesat. Kota yang berada di kaki gunung Anak Ranaka terkenal dengan penduduknya ramah dengan pakaian khas daerah sarun hitam. Ruteng juga mendapat julukan sebagai KOta Seribu Gereja karena banyak terdapat gereja disana.

Berwisata ke Ruteng ada banyak hal yang bisa anda temukan disana, kota yang juga dijuluki sebagai “Negeri diatas Awan” karena lokasinya berada di dataran yang cukup tinggi. Wisata di Ruteng anda bisa Mengunjungi banyak tempat indah dengan khas dataran tinggi, menikmati desa-desa yang cantik yang terletak di kaki gunung diantaranya :

Desa Wae Rebo
Desa adat yang sudah terkenal sampai ke mancanegera, dessa yang terletak di ketinggian 1.200 mdpl dijuluki desa diatas awan dengan mempunyai rumah adat dengan arsitektur yang sangat unik yang sudah bertahan ratusan tahun.

Wisata di Ruteng, Flores

Liang Bua
Situs Gua Liang Bua adalah salah satu situs arkeologi penting dunia. Di situs inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores. Tinggi badan manusia Flores sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. Tengkorak manusia kerdil ini ditemukan seukuran buah jeruk dan diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu. Mereka hidup bersama-sama dengan gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti komodo.

Wisata di Ruteng, Flores

Lingko Cara, Cancar

Sawah Lingko Cara yang berbentuk mirip dengan jaring laba-laba ini merupakan salah satu ikon Pulau Flores yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya yang berada dipinggir jalan utama Pulau Flores menjadikan tempat ini menjadi tujuan wisata paling mudah dikunjungi jika melakukan perjalanan darat dari Labuan Bajo maupun Ruteng. Jika ditempuh dari Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, Lingko Cara bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Sedangkan dari Labuan Bajo membutuhkan waktu 3 jam lebih untuk mencapai lokasi ini. Untuk melihat sawah ini, kita harus menaiki bukit. Dari atas bukit, kamu bisa puas memandangi sawahnya dan mengabadikan ke dalam kamera.

Wisata di Ruteng, Flores

Torong Besi

Pantai Torong Besi umum dikenal sebagai tempat wisata rohani umat Katolik di keuskupan Ruteng dan sekitarnya. Ada tiga keunikan wisata Torong Besi. Pertama adalah Gua Patung Bunda Perawan Maria yang terletak di atas bukit yang selalu dikunjungi dan dijadikan tempat berdoa bagi umat Katolik.
Kedua adalah Gereja Tua yang dibangun di pinggir pantai oleh misionaris Belanda sebagai tempat ibadat umat Katolik. Ketiga, panorama pantai yang fantastis yang dihiasi oleh pasir putih indah sepanjang pantai dengan Laut Flores di depannya.
Torong Besi terletak di Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok dengan jarak 75 km dari pusat kota Ruteng dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum atau kendaraan sewaan dengan waktu tempuh 3 jam.

Wisata di Ruteng, Flores

Demikianlah Wisata dengan pemandangan indah yang Trandmark kota Ruteng, bisa anda temukan ketika menuju ke Ruteng, Flores Nusa Tenggara Timur.

Tagged : / / / / / / / / / / / / /

Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo salah satu desa yang berada di Flores yang menjadi perbincangan dunia karena memiliki pemandangan yang indah. desa ini merupakan desa Adat yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat mereka. Desa Wae Rebo terletak di Kabupaten Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur, desa ini berada di ketinggian 1.200 mdpl, Wae Rebo merupakan bagian dari Desa satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat.

Yang menarik dari Desa Wae Rebo, pemandangan desa dan alam yang sangat menarik. Pemandangan alam perbukitan dan hutan hijau yang masih asri, dan yang menjadi ikon ialah rumah adat Desa Wae Rebo yaitu Mbaru Niang, adalah sebuah rumah adat tradisional Flores yang masih tersisa dan hanya berada di kampung ini.

Desa ini berpenghuni 112 kepala keluarga atau sekitar 625 jiwa. selain keinginan para wisatawan mengenai Mbaru Niang, suasana Wae Rebo yang terisolir dari keramaian menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kearifan lokal masyarakat pedalaman yang masih bergantung dari alam ini juga merupakan suguhan tersendiri ketika berkunjung ke Wae Rebo “kampung diatas Awan” begirulah masyarakat menyebutnya. Dan salah satu kearifan lokal yang masih bertahan sampai sekarang adalah menjaga kelestarian Mbaru Niang, Di Wae Rebo sendiri hanya boleh ada tujuh buah Mbaru Niang tidak kurang dan tidak lebih. Satu rumah Mbaru Niang bisa ditempati enam sampai delapan keluarga. Sisa masyarakat yang tidak tertampung di Wae Rebo harus pindah ke kampung Kombo, sebuah kampung yang terletak kira-kira lima kilometer dari Wae Rebo yang kemudian mendapat julukan kampung kembaran Wae Rebo karena sebagian besar penduduk kampung Kombo berasal dari Wae Rebo.

Desa Wae Rebo

Perjalanan menuju Desa Wae Rebo ini buakanlah hal yang mudah yang bisa anda dapatkan. Karena medan uang di tempuh kesana sangat melelahkan dan itu lakukan dengan berjalan kaki atau trekking menuju keketinggian 1200 mdpl. dan perjalanan itu menuju kesana naik turun bukit dan lembah, menembus hutan untuk sampai ke Wae Rebo, bagi anda yang kurang memiliki fisik yang kuat dan prima, seharusnya berlatih terlabih dahulu untuk menddatangi desa Di atas Awan.

Tagged : / / / / / / / / / / /