Keindahan Kepulauan Raja Ampat

 

Keindahan Kepulauan Raja Ampat – Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi dibarat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Kepulauan ini berada di Provinsi Papua Barat dan sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan Pulau Waigeo , Pulau Misool , Pulau Salawati , dan Pulau Batanta.

Asal mula nama Raja Ampat ini menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Namun empat butir dari tujuh butir telur yang dibawanya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati , Misool Timur , dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu , seorang wanita , dan sebuah batu. Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem adat maluku. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya lima kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari kesultanan Tidore. Setelah kesultanan Tidore takluk dari belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia Belanda.

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata terutama wisata penyelaman untuk melihat keindahan bawah laut yang ada di Indonesia. Menurut beberapa orang Raja Ampat merupakan salah satu tempat dengan kelengkapan flora dan fauna yang ada dibawah laut. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier(selat antara pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misool Tengara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut rendah bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Beberapa spesies unik juga bisa kita temui ketika kita menyelam, seperti kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari manta. Bahkan ketika anda menyelam anda akan ditemani oleh beberapa ekor pari manta yang jinak. Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift drive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Masyarakat kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar apalagi membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam “pipa perdamaian indian” di Raja Ampat. Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan sering kali satu keluarga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.

Mungkin Anda Menyukai