Gili Laba

Gili Laba

Gili Laba

Gili Laba adalah pulau kecil yang indah di dekat pulau utama Komodo. Gili Laba adalah pulau tak berpenghuni yang terletak satu jam dari Pulau Komodo. Dari Labuan Bajo, akan memakan waktu sekitar empat jam untuk sampai ke pulau. Pulau ini telah menjadi tujuan wisata populer sejak munculnya banyak tur perjalanan berlayar yang ditawarkan oleh agen jasa tur di Flores dan Lombok.

Pulau ini menawarkan pemandangan laut Flores yang indah dari atas bukitnya. Ketika Anda tiba di pulau, Anda akan disambut oleh pasir putih bersih yang dilengkapi air jernih dengan kombinasi biru dan hijau yang menakjubkan. Seluruh pulau memiliki bukit di seluruh, dengan padang rumput hijau yang berubah kekuningan ketika musim kemarau tiba.

Snorkeling adalah kegiatan favorit yang harus dilakukan di sini. Ditemani oleh angin laut dan burung terbang, itu akan memberi Anda nuansa sempurna surga tropis. Meskipun Pulau Gili terletak di dekat Taman Nasional Komodo, Anda tidak perlu khawatir tentang pemangsa. Tidak ada komodo yang hidup di pulau ini.

Setelah Anda melakukan snorkeling, Anda dapat melakukan trekking ke puncak bukit di pulau. Untuk mencapai puncak, dibutuhkan banyak pekerjaan fisik dan mental karena jalan yang curam bahkan hingga 70 derajat. Untuk mencapai puncak, Anda akan membutuhkan sekitar 30-45 menit. Angin yang bertiup kadangkala akan membuatnya lebih sulit, tetapi usaha Anda akan dihargai saat Anda tiba di puncak bukit. Semua kelelahan Anda akan hilang ketika Anda melihat pemandangan laut yang menakjubkan dan pulau-pulau terdekat sebelum Anda. Siapkan kamera Anda untuk mengambil gambar untuk mengingat petualangan Anda. Namun, jangan berdiri di puncak terlalu lama karena angin dapat menjadi keras dan berbahaya bagi Anda.

Salah satu Surga tersembunyi di Nusa Tenggara Timur dengan ciri khas padang Savananya yang sangat memikat mata.  Dengan keindahan yang diberikan Tuhan kepada kita, tinggal kita menjaga dan mengelola. Dengan potensi alam yang ada semoga selalu dilestarikan oleh masyarakat setempat dan para wisatawan yang berkunjung bisa menjaga kelestarian alam tersebut.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *