Desa Panglipuran

Desa Panglipuran

Desa Panglipuran

Di Indonesia ada beberapa desa yang terkenal akan keindahannya, salah satunya adalah Desa Panglipuran yang berada di Pulau Bali. Pulau Bali sudah lama sekali terkenal sebagai tempat tujuan wisata dunia, dibalik kemeriahan dan pesonanya ternyata Bali masih menyimpan satu pemandangan khas Bali yaitu suasana pedesaannya.

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang telah berkembang menjadi desa wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, lokal maupun mancanegara. Bahkan, pada awal penetapannya desa ini sebagai desa wisata, turis asing-lah yang sering memadati desa yang terletak di Bangli ini. Desa Penglipuran berasal dari akronim kata pengeling dan pura yang berarti mengingat tempat suci (para leluhur). Awalnya, masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani, yang bermigrasi permanen karena suatu hal ke desa Kubu Bayung, yang kini menjadi desa Penglipuran. Nah, di desa inilah mereka akhirnya menetap dan menjaga kearifan kebudayaan mereka.

Desa ini terletak sejauh 45 km dari Denpasar, tepatnya berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Lokasi desa penglipuran Bangli berada di ketinggian sekitar 600 – 700 meter dari permukaan laut. Karena berada di posisi ketinggian ini, membuat udara sejuk akan terbayang oleh anda.
Desa Panglipuran

Perlu diketahui bahwa berlibur ke Desa Panglipuran semua jenis kendaraan bermotor tidak di ijinkan masuk, semua kendaraan harus parkir diluar desa, dengan biaya parkir sebesar Rp 5.000/mobil. Untuk biaya masuk perorang dewasa Rp 15.000, anak-anak Rp 10.000, sedangkan untuk turis asing dewasa Rp 30.000,-, anak-anak Rp 25.000,. dengan tarif sebesar itu anda sudah mendapatkan pemandangan indah khas Bali dan juga mendapat udara bersih karena tidak ada polusi udara maupun polusi suara dari kendaraan bermotor.

Keunikan dari desa ini terletak pada pelestarian budaya lokal oleh masyarakat setempat, budaya dan adat istiadatnya masih bertahan sampai dengan saat ini. Karena itu desa ini menjadi contoh desa wisata pertama di Indonesia pada tahun 1995 oleh pemerintah daerah setempat. Budaya melesatarikan adat dan kesenian, serta hidup serasi dengan alam, membuat desa ini sebagai pioner desa wisata terindah di Indonesia sampai sekarang.

Mungkin Anda Menyukai